Abrasi Ancam 40 Hektare Sawah di Desa Tanjung Besar

171
Jasrul Ramadhan | Foto: Sopian/PROGRES BS

PROGRES.ID, MANNA – Sawah petani seluas 40 Hektare di Desa Tanjung Besar, Manna terancam rusak akibat abrasi sungai Bengkenang. Kondisi ini membuat para petani di desa itu resah. Jika kondisi ini dibiarkan, maka sawah para petani itu akan hilang dikikis arus sungai.

“Ada 40 hektar sawah warga kami yang terancam rusak akibat abrasi arus sungai,” kata kepala Desa, Tanjung Besar, Jasrul Ramadhan.

Menurut Jasrul, sawah-sawah warga tersebut berada di pinggir Sungai Air Bengkenang. Namun saat ini arus sungai sudah mendekati sawah warga. Oleh karena itu, ia mengharapkan bantuan Pemkab Bengkulu Selatan (BS) untuk memasang bronjong penahan air agar tidak semakin menggerus areal sawah petani.

“Kami sudah usulkan ke Pemda BS untuk pemasangan bronjong pengaman sepanjang pinggir sawah,” ujarnya.

Ditambahkan Jasrul, bronjong yang dibutuhkan warga sepanjang 500 meter. Dengan adanya bronjong tersebut, sambung Jasrul, diprediksi dapat mengatasi amukan arus sungai dan sawah warga terhindar dari abrasi.

Pemukiman warga Juga Terancam

Dijelaskannya, pemasangan bronjong juga dinilai penting untuk mengamankan pemukiman warga dari amukan arus sungai. Pasalnya saat ini jarak antara areal pemukiman dengan bibir sungai sekitar 10 meter lagi.

“Kami sangat mengharapkan Pemda BS dapat segera memasang bronjong sepanjang sungai Air Bengkenang di Desa kami, sebab tidak hanya sawah yang terancam, pemukiman warga juga terancam, karena saat ini jarak bibir sungai dengan areal pemukiman hanya 10 meter lagi,” harap Jasrul.(sar)

LEAVE A REPLY