Cerita Narkoba di Ruang Bupati BS Hingga Mantan Bupati Jadi Tersangka

893
Dirwan Mahmud
Dirwan Mahmud | Foto: Setda BS

PROGRES.ID, MANNA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu telah menetapkan Mantan Bupati Bengkulu Selatan (BS) Reskan Effendi sebagai tersangka sejak Jumat (20/1/2017). Reskan ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani serangkaian pemeriksaan.

Tak hanya Reskan, BNNP Bengkulu juga telah menetapkan tiga tersangka lain, yakni AN, DA dan DM. Mereka diduga melakukan persekongkolan menjebak Bupati BS Dirwan Mahmud dengan narkoba.

kantor bupati bengkulu selatan
Kantor Bupati Bengkulu Selatan | Foto: Istimewa/PROGRES BS

“Kami telah menetapkan mantan Bupati Bengkulu Selatan, RE (Reskan Effendi) sebagai tersangka dalam kasus narkoba. Ia bersama tiga tersangka lainnya termasuk diantaranya PNS dari BNN juga ditetapkan tersangka,” kata Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Benny Setiawan, dikutip dari Kompas.com.

Benny menjelaskan, dugaan menjebak Dirwan Mahmud dengan meletakkan narkoba di ruang kerja bupati itu dilatarbelakangi keinginan menggagalkan hasil Pilkada Kabupaten Bengkulu Selatan yang dimenangi oleh Dirwan Mahmud.

Untuk diketahui, Reskan merupakan salah seorang kandidat dalam Pilkada Kabupaten BS.

BNNP Bengkulu menjerat Reskan dengan pasal 112 Jo 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara maksimal lima tahun penjara.

“Sementara, itu informasinya selebihnya. Info terbaru nanti akan kami beri tahu,” imbuh Benny.

Benny melanjutkan, Narkoba jenis ekstasi dan sabu yang digunaka untuk menjebak Dirwan didapat Reskan dan kawan-kawan dengan cara membelinya di suatu tempat.

Terpisah, Kuasa Hukum Reskan Effendi, Humisar Tambunan mengakui bahwa kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat itu, ia kalah Pilkada dan ada yang menawarkan cara itu, sesungguhnya itu bukan ide klien saya. Ia juga meminta maaf pada masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Bupati Dirwan Mahmud,” tutur Humisar.

Sementara itu, Dirwan Mahmud dalam konferensi pers-nya di Rumah Makan Tanjung Karang Jalan Sutoyo Kelurahan Tanah Patah Bengkulu mengapresiasi kinerja BNNP Bengkulu.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja BNNP Bengkulu, namun yang lebih penting itu, siapa dalang intelektual terkait dengan penemuan narkoba di ruang kerja saya pada Mei lalu,” ujar Dirwan.

Kasus tersebut, lanjut Dirwan, memang harus segera diungkap untuk menghindari fitnah dan kecurigaan terhadap dirinya.

 

LEAVE A REPLY