Pemilik dan Kurir Sabu 0,27 Gram Diciduk Polisi

198
AK dan AS yang diamankan Satnarkoba Polres BS /foto;sopian

PROGRES.ID, MANNA– Satuan Narkoba Polres Bengkulu Selatan dibawah pimpinan Iptu Akhmad Khairuman berhasil mengamankan AK alias UD (37) warga Desa Selika III Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. AK diamankan pada Selasa (11/10/2016) sekira  pukul 14.30 WIB. Dari tangan AK berhasil diamankan Narkotika jenis shabu seberat 0,27 gr, satu unit handphone merek Nokia, dan sepeda motor Honda Revo warna hitam.

“Memang benar Satnarkoba Polres Bengkulu Selatan telah menangkap dan mengamankan sesorang warga Desa Selika III Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur yang berinisial AK alias UD (37) di Jalan Lettu Ubadi Kecamatan Pasar Manna Bengkulu Selatan. Dari tangan AK kita amankan barang bukti berupa satu paket kecil shabu seberat 0,27 gr seharga Rp 500 Ribu dan 1 unit handphone merk nokia dan sepeda motor yang digunakan AK,” terang Akhmad Khairuman.

Dari keterangan AK diketahui barang tersebut dibeli dari salah seorang kurir yang merupakan warga Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Ulu Kabupaten Kaur berinisial AS (17). Ia disebut masih berstatus pelajar SMK di Padang Guci.

Sekira pukul 17.30 WIB anggota Satnarkoba Polres Bengkulu Selatan menangkap AS di Desa Pelajaran Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur.

“Pada hari itu juga kita mengamankan salah seorang kurir tempat AK membeli barang tersebut. AS kami tangkap di Desa Pelajaran Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Dan saat ini AS sudah diamankan di Markas Polres Bengkulu Selatan untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lanjut” ujar kata Kasat Narkoba akhmad khairuman.

Kedua tersangka  AK alias Ud dan AS  akan dikenakan pasal yang berbeda. AK akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara dan atau denda paling sedikit Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 Miliar.Sementara AS sebagai kurir diancam dengan pasal 114 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman Minimal 5 tahun dan Maksimal 20 tahun penjara dan atau denda paling sedikit Rp.1 Miliar dan paling banyak Rp.10 Miliar.(sar)

LEAVE A REPLY