Hendak Salat Zuhur, Seorang Warga Lihat Rumah ASN Kemenag BS Dilalap Api

Agustus 27, 2019
Berita Utama Peristiwa 0   240 views 0
Kebakaran

Si Jago Merah meludeskan rumah milik Sukardi (Foto: Sopian/PROGRES BS)

BENGKULU SELATAN, PROGRES.ID – Rumah milik Sukardi alias Sep (49 Tahun) di Jalan Sersan M. Taha RT 09 Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Kota Manna, Bengkulu Selatan mengalami kebakaran. Kejadian ini diketahui sekira pukul 12.05 WIB, Selasa (27/08/2019) pertama kali oleh Erlan (60 Tahun), warga setempat yang berniat menjalankan salat Dzuhur di masjid yang terletak di depan rumah Sukardi.

Erlan berujar, saat ia berada di lingkungan masjid, tidak tampak ada kejadian apa pun, namun kemudian ada suara ledakan dari rumah ASN Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu Selatan tersebut.

“Rumah itu kosong, orangnya masih di kantor, isterinya kalau tak salah lagi jualan di pasar. Nah waktu itu saya dengar suara ledakan dan beberapa detik langsung kelihatan api membesar,” kata Erlan.

Erlan

Erlan menceritakan asal mula diketahui ada api yang membakar rumah Sukardi (Foto: Sopian/PROGRES BS)

Tak hanya Erlan, warga lainnya pun banyak mendengar ledakan itu dan dengan sigap warga yang ada di sekitar lokasi melakukan pemadaman api dengan alat seadanya. Sementara warga lainnya menghubungi unit pemadam kebakaran (Damkar) yang ada di Pasar Ampera.

“Dengan alat seadanya, kami berusaha memadamkan api, dan warga yang lain meminta bantuan ke Damkar yang ada di Pasar Ampera, namun sayangnya mobil Damkarnya sedang tidak di tempat, sehingga rumah Pak Sukardi ini abis dilalap api,” terang Erlan.

Rentang beberapa saat, lanjutnya, mobil damkar tiba di lokasi kebakaran memadamkan sisa-sisa api yang masih membakar.

Tak ada warga yang berhasil menyelamatkan barang-barang milik Sukardi karena rumah itu terkunci rapat (Foto: Sopian/PROGRES BS)

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran dan kerugian materil yang dialami Sukardi karena hampir seluruh barang-barang isi rumah tersebut hangus terbakar.

“Rumah tersebut dalam keadaan terkunci, sehingga warga tidak ada yang berhasil masuk untuk menyelamatkan barang-barangnya, hanya mobil pribadi terparkir di garasi rumah yang bisa diselamatkan oleh warga,” demikian Erlan.(yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *