Sawah Petani Diserang Hama Tikus, Distan BS Terjunkan URC

Juli 27, 2019
Berita Utama Pertanian 0   84 views 0
Pelapasan URC

Seremonial pelepasan tim URC untuk mengatasi hama tikus (Foto: Dok. Distan BS/PROGRES.ID)

PROGRES ID, MANNA – Unit Reaksi Cepat Brigade Proteksi Pertanian Dinas Pertanian (Distan) Bengkulu Selatan menurunkan timnya ke Desa Tanjung Agung Kecamatan Seginim. Ini dalam rangka menindaklanjuti laporan petani yang tanamannya diserang hama tikus. Bersama petani, tim mengeroyok hama tikus di Tanjung Agung, Jumat (26/7/2019).

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan Sukarni, melalui Kabid Tanamaman Pangan dan Hortikuklltura, Trisman menyampaikan hama tikus menyerang tanaman padi dan jagung milik petani.

“Hari ini tim turun ke lokasi tanaman jagung dan padi KWT Air Putih Desa Tanjung Agung. Tim brigade yang berasal dari POPT, BPP, PPK, PPL dan PPS bersama-sama petani keroyokan, ratusan tikus berhasil dimusnahkan. Saat ini tim masih di lokasi,” jelas Trisman saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/7/2019).

Tanaman padi dan jagung yang diserang hama tikus dengan luas mencapai 75 Hektar.

“Tanaman padi bervariasi, ada yang masih berusia dua hingga tiga minggu, ada juga yang hampir panen. Begitu pula dengan tanaman jagung, di sana tanaman jagung cukup luas. Karena petani banyak yang tanam jagung, karena irigasi sedang diperbaiki,” jelas Trisman.

Menurut Trisman, serangan hama dan penyakit tanaman bisa datang secara tiba-tiba. Jika serangannya parah bisa mengakibatkan gagal panen atau fuso. Sehubungan dengan itu, Trisman mengimbau kepada petani agar ikut asuransi usaha tani padi.

“Asuransi Usaha Tani Padi ini preminya murah, karena sudah disubsidi pemerintah, cuma Rp 36 ribu per Hektar per musim tanam. Jika mengalami fuso bisa mendapatkan klaim hingga Rp 6 juta. Ini penting, untuk mengurangi risiko kerugian petani,” jelas Trisman.

Kepada petani yang berminat untuk ikut asuransi silahkan mendaftar secara kelompok dan menghubungi petugas, PPL dan Dinas Pertanian.

“Sejak mulai ditanam langsung diasuransikan, jangan sudah sebulan tanam barus didaftarkan, pihak asuransi tidak mau,” demikian Trisman.(rls/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *