Pemkab Bengkulu Selatan Dukung Program Konsolidasi Tanah di 3 Kecamatan

Juli 26, 2019
Birokrasi 0   163 views 0
Sekda Yudi

Yudi Satria (Foto: Dok. Pemkab BS/PROGRES.ID)

PROGRES ID, MANNA – Sekrataris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan Yudi Satria menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penjajakan Kebijakan Perencanaan Konsolidasi Tanah tahun 2019. Acara gelaran Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Selatan diadakan di Grand Seven One Hotel Manna, Kamis (25/7/2019).

Dalam sambutannya Yudi Satria meminta kepada seluruh stakeholders untuk berpartisipasi aktif dalam proses konsolidasi tanah di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dalam perencanaan konsolidasi tanah, Sekda berpesan agar mencari lokasi-lokasi tanah yang berpotensi sehingga objek konsolidasi tanah yang memperhatikan Aspek, Penggunaan Tanah, Rencana Tata Ruang (RTRW) dan gambaran umum tentang penggunaan tanah. Tujuannya agar kegiatan konsolidasi tanah bisa berjalan dengan baik.

Menurut Sekda, konsolidasi tanah merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pengadaan tanah untuk keperluan pembangunan.

“Secara khusus dalam kegiatan konsolidasi tanah peserta konsolidasi akan memperoleh keuntungan Ekonomis, Sosiologis dan Ekologi sekligus. Hal tersebut tentu menjadi indikator bahwa konsolidasi tanah sebagai salah satu metode penggadaan tanah bagi kepentingan umum menjunjung asas keadilan dan keikutsertaan/partisipatif dari masyarakat,” jelas Yudi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Selatan, Surahman menyampaikan pada tahun 2019 ini program konsolidasi tanah di Bengkulu Selatan menyasar tiga kecamatan. Di Kecamatan Kedurang Ilir mencakup Desa Lubuk Ladung, Sukajaya dan Air Sulau, Desa Tumbuk Tebing Kecamatan Bungamas. Sedangkan di Kecamatan Pasar Manna meliputi Desa Batu Kuning dan Kelurahan Gunung Mesir.

“Konsolidasi tanah ini merupakan penataan tanah. Mungkin ada kawasan yang belum ada jalan, belum ada sekolah, belum ada Masjid. Di situ akan ditata, di sini diminta partisilasi masyarakat untuk menghibahkan lahan untuk lokasi pembangunan fasilitas umum tersebut,” jelas Surahman.

Dari proses konsolidasi tanah tersebut, sambung Surahman, masyarakat akan mendapat keuntungan dengan nilai tanah yang bertambah dan mendapat fasilitas umum. Sementara Pemerintah Daerah diuntungkan mendapat lahan yang siap digunakan untuk lokasi pembangunan.

“Peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam program konsolidasi tanah ini. Bukan hanya pemerintah yang mau. Kepada masyarakat juga betul-betul mau ditata kembali lahannya. Sehingga yang tadinya tidak punya jalan, tidak punya infrastruktur, akhirnya semua rumahnya bisa menghadap ke jalan,” demikian Surahman.(yan/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *