Bedah Rumah di Lapter II Pagar Dewa, Gusnan Minta Izin ke AURI Diurus

Agustus 1, 2019
Featured Hukum 0   157 views 0
Gusnan

Foto: Media Center BS/PROGRES.ID)

PROGRES ID, MANNA – Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi menghadiri musyawarah (rembuk) warga Lapangan Terbang II (Lapter II) di Kantor Kepala Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna, Rabu (31/7/2019). Musyawarah ini membahas program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) atau yang sering disebut dengan bedah rumah masyarakat di Lahan Lapter II.

Akhir-akhir ini program bedah rumah di Lapter II Pagar Dewa sempat terganggu lantaran TNI AU meminta pekerjaan bedah rumah yang dibangun di atas Lapter II ditunda.

Sembari menunggu penyelesaian perizinan dan proses administrasi ke TNI AU, Bupati Gusnan menginstruksikan agar Kepala Desa Pagar Dewa, Camat Kota Manna dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman membantu masyarakat dan memasilitasi masyarakat untuk mengurus izin ke pihak Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), sehingga pekerjaan Bantuan Rumah Swadaya bisa segera dilanjutkan.

“Sudah clear itu. Pak Kades bantu, camat, Pak Kadis bantu, fasilitasi masyarakat,” titah Gusnan.

Terhadap proses hibah yang diinginkan warga dan Pemerintah Daerah, Gusnan meminta kepada masyarakat agar bersabar menyikapinya. Karena menurut Gusnan, Pemerintah Daerah terus berupaya untuk mencarikan solusi yang terbaik bagi masyarakat, TNI AU dan bagi pemerintah daerah.

“Kami terus berupaya, pak komandan ini juga terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan Lapter ini. Sebagai gambaran, untuk berbagi harta dengan anak isteri, terus tukaran harta antara kakak adik saja lagi susah, apa lagi ini urusan negara. Kita terus mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat,” sampai Gusnan.

Terhadap keberadaan TNI AU di Lapter I dan II, Gusnan meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berlebihan. Karena kehadiran TNI AU adalah untuk masyarakat, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat dan bukan pula untuk mengintimidasi masyarakat.

Sementara itu, Danlanud Palembang, Kolonel Pnb. Heri Sutrisno mengaku bahwa pihaknya tidak berwenang untuk menghibahkan lahan Lapter II.

“Kepada masyarakat, bantu kami untuk memberikan data tentang kondisi Lapter II ini. Untuk program Bantuan Rumah Swadaya silahkan, tapi urus administrasinya, urus izinnya,” sampai Danlanud.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bengkulu Selatan, Darmawansya menyampaikan bahwa Desa Pagar Dewa mendapat bantuan BRS sebanyak 71 unit rumah, 28 unit diantaranya berada di lahan Lapter II.

“Empat dari 28 yang berada di Lapter II sudah tahap 25 persen. Setelah rapat, berita acara sudah ditandatangani bersama, secepatnya akan diurus izinnya dan program Bantuan Rumah Swadaya akan dilanjutkan,,” jelas Kadis.

Dalam musyawarah yang digelar di Kantor Desa Pagar Dewa ini turut hadir Assisten I Sekretariat Daerah Yunizar Hasan, Camat Kota Manna Septi Afrida, Kepala Desa Pagar Dewa Rusman Mahidi dan puluhan warga serta undangan lainnya.(rilis/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *