Revolusi Industri 4.0, Bengkulu Selatan Ciptakan Batik Khas Daerah

Februari 27, 2019
Berita Utama Kota Manna 0   135 views 0
Mou batik

Penandatangan kesepakatan kerjasama dibidang pengembangan batik daerah (Foto: MC BS/PROGRES BS)

PROGRES.ID, YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersiap menumbuhkan sentra kerajinan batik khas daerah. Untuk menunjang rencana ini Pemkab BS pun menjalin kerjasama dengan Balai Besar Kerajinan Dan Batik Kementerian Perindustrian RI. Bahkan, telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Gaia, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/02/2019).

“Hari ini (Selasa, 26/02/2019) kita menjalin kesepakatan dengan BBKB untuk kerjasama pelatihan pengembangan batik berbasis kearifan lokal,” kata Gusnan usai acara penandatangan MoU.

Dijelaskan Gusnan, tujuan kerjasama ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menghidupkan sentra industri kecil menengah daerah. Tahap awal akan dikirim beberapa peserta dari daerah untuk training membatik di pusat pelatihan Jogjakarta.

“Untuk target jangka panjang kita tentu ingin ada sebuah kegiatan baru di tengah masyarakat, seperti kerajinan batik ini, dengan motif yang memiliki nilai kearifan lokal atau etnik,” jelas Gusnan pada acara yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda BS Jonior Hafiz, Kepala Disperindagkop Herman Sunarya dan Ny. Nurmalena Gusnan selaku Ketua TP PKK Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sementara itu, Ir. Titik Purwati, Kepala Balai Besar Kerajinan Dan Batik mengaku mengapresiasi inisiatif beberapa daerah yang menjalin MoU pengembangan batik daerah, termasuk Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kesepakatan industri batik

Penandatangan kesepakatan kerjasama dibidang pengembangan batik daerah (Foto: MC BS/PROGRES BS)

“Batik saat ini bukan hanya soal khas budaya daerah, melainkan sebuah produk yang bernilai ekonomis, dan saat ini telah menembus pasar internasional. Tahun 2018 sudah ratusan milyar yang diperoleh negara hasil dari eksport kerajinan dan batik,” ungkap Titik.

Titik menilai, dengan luasan wilayah dan keberagaman kerarifan lokal yang dimiliki Indonesia sangat memungkinkan batik menjadi produk unggalan yang dimiliki oleh masing daerah.(rilis/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *