Kunjungi Kementerian Desa, Gusnan Tindaklanjuti MoU Pengembangan Jagung

Januari 16, 2019
Pertanian 0   328 views 0
di Kemendesa

Plt Bupati BS Gusnan Mulyadi saat berdialog dengan perwakilan dari Kemendes PDTT di Jakarta (Foto: Media Center BS/PROGRES BS)

PROGRES.ID, MANNA – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi mengunjungi Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Selasa (15/01/2019).

Kunjungan ini dalam rangka tindaklanjut MoU pengembangan program Prukades yang ditandatangani bersama Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo, PT HEXA, Plt Bupati Bengkulu Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut ikut serta pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bengkulu Selatan, Siswanto.

“Ya, kita mengadakan rapat kecil dengan direktur Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP), dan pihak PT. Hexa, sebagai upaya terusan pengembangan pengembangan program Prukades, khususnya jagung,” sampai Gusnan, ketika dihubungi, Selasa (15/01/2019).

Pertemuan digelar di ruang kerja Eko Sriharyanto, Direktur Pengembangan Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas Kemendesa RI dengan membahas program Prukades yang saat ini tengah dikembangkan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Seperti yang diketahui, terang Gusnan, saat ini pemerintah daerah tengah menggalakkan beberapa program Prukades yakni pengembangan budidaya patin, jagung dan padi.

“Kita bersyukur, pihak kementerian siap men-support program yang tengah kita coba upayakan ini,” ujar Gusnan.

Gusnan berujar, khusus untuk jagung, Pemkab BS sangat serius menggarap program ini dengan harapan jagung dapat menjadi salah satu komoditi unggulan daerah.

Sebagai mana pengembangan jagung ini mulai digagas oleh Gusnan padatahun 2017 dengan kebun jagung percontohan petani dan Koperasi Duta Tani dan dilanjutkan di tahun 2018, sehingga Kabupaten Bengkulu Selatan menjadi kabupaten terluas menanam jagung di Provinsi Bengkulu.

“Kenapa jagung? Jagung adalah komiditi potensial untuk dikembangkan ditengah harga komoditas lain yang tengah anjlok saat ini. Ditambah dengan ketersediaan lahan tentunya, dan ini sudah pernah kita coba pada tahun sebelumnya, juga ketersediaan alsintan yang sudah cukup memadai, untuk mendorong program ini,” imbuh Gusnan.

Sementara itu, pihak PT. HEXA sebagai perusahaan pengolah jagung sudah siap untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah daerah sebagaimana kesepakatan yang tertuang dalam MoU kerjasama dengan pihak Kemendesa.

“Mereka (pihak PT. HEXA) akan segera ke Bengkulu, untuk mengecek kesiapan fasilitas, mengadakan meeting marathon dengan pihak perbankan dan Pemerintah Daerah, sekaligus meninjau lokasi lahan di Bengkulu Selatan,” ujar Gusnan.

Gusnan menjelaskan untuk turut mendorong suksesnya program pro rakyat dan mendorong ekonomi produktif masyarakat ini, maka tidak ada pilihan seluruh ternak kaki 4 harus segera ditertibkan di seluruh wilayah Bengkulu Selatan.(yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *